Loiusa pun sering melewatkan ujian di sekolah, kursus menari, dan kesempatan berlibur bersama keluarga karena ia benar-benar tertidur begitu lama. Gadis belia yang tinggal di Worthing Inggris ini menurut kacamata medis mengidap Kleine-Levin Syndrome – atau juga dikenal sebagai Sleeping Beauty Disease – di mana para penderitanya dapat tertidur lelap sampai berminggu-minggu.

“Dia meminum obat flu selama sekitar sepekan, tetapi tak pernah sembuh benar dari penyakitnya. Setelah itu, kami tahu bahwa itu adalah awal dari kebiasaan barunya. Ia merasa lelah dan kondisinya tidak juga membaik. Ia mulai sering ketiduran di sekolah dan melakukan hal-hal tak wajar seperti mengigau saat tidur. Ini benar-benar menakutkan, kami tak tahu harus berbuat apa,” tutur Lottie.
Louisa pernah dibawa berobat ke RS Worthing pada November 2008 dan seorang konsultan anak di sana menyatakan tak tahu pasti apa yang menimpa Louisa, tetapi mungkin dapat dipicu faktor hormonal.
Sejak itu, Louisa sering tertidur sampai 10 hari. Dia bisa tertidur selama 22 jam, kemudian orang tuanya harus berjuang keras memberinya makan dan mengantarnya ke toilet. Setelahnya, Louisa akan kembali tertidur.

“Misalnya ketika tidur, ia berjalan dan berbicara pada saat kami mencoba membangunkannya. Setelah tertidur selama sepekan atau 10 hari, dia tidak akan mengingat kejadian itu,” tambahnya.


Belum ada pengobatan definitif untuk penyakit Kleine-Levin Syndrome, tetapi ada dokter yang memberikan obat stimulan pada pasien agar tetap terjaga. Louisa juga pernah diberikan pengobatan seperti itu tetapi tidak pernah berhasil dan setelah didiagnosis sindrom ini, ia sering tertidur hingga 12 hari.
Sekarang, Louisa tengah menjalani terapi lain. Orangtuanya berharap pengobatan ini akan menurunkan pola tidur lamanya. “Terapi ini sepertinya menjanjikan. Dia tidak tidur lagi secara rutin sekitar tujuh pekan, kami berharap ini akan mengurangi tingkat keparahan dan akan membawa ia ke suatu kehidupan yang baru", tandas Ball.

No comments:
Post a Comment